"Saya tidak percaya bahwa guncangan (ekonomi) akan segera terjadi," kata mantan duta besar India untuk AS, China, dan Sri Lanka, Nirupama Rao.
Namun, ia mengatakan negara tersebut menghadapi "masa-masa sulit di depan". Kecuali, ada perdamaian atau penyelesaian krisis di Timur Tengah.
Baca Juga:
Prabowo dan PM Modi Bahas Kerja Sama Kesehatan hingga Perdagangan
Para analis juga memperkirakan pemerintah Modi akan memperkenalkan langkah-langkah ekonomi yang lebih keras setelah partainya, Partai Bharatiya Janata memenangkan pemilihan baru-baru ini di beberapa negara bagian penting. Perlu diketahui, khusus energi, meskipun ada tekanan pada perekonomian, pemerintah tetap menjaga harga BBM di SPBU tetap stabil dan malah memilih untuk memotong pajak guna meringankan beban perusahaan minyak.
"Menjaganya tetap terkendali akan membutuhkan pembagian beban antara pemerintah, melalui penyerapan fiskal, dan rumah tangga serta bisnis," kata kepala penasihat ekonomi India, V. Anantha Nageswaran, pada Maret memperingatkan bahwa defisit perdagangan negara itu akan "meningkat secara signifikan" pada tahun fiskal berikutnya yang berakhir Maret 2027.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.