Di sektor kesehatan, situasi tak kalah memprihatinkan. Hanya sekitar separuh fasilitas kesehatan di Gaza yang masih dapat beroperasi, itu pun dengan keterbatasan serius akibat kelangkaan peralatan medis dan obat-obatan.
“WHO menyerukan persetujuan yang mendesak untuk masuknya pasokan medis esensial dan peralatan kesehatan ke Jalur Gaza,” ucapnya.
Baca Juga:
Konflik Myanmar Sebabkan Penyebaran Penyakit ke Thailand
Selain mendesak pembukaan akses bantuan medis, WHO juga mendorong penyediaan rumah sakit lapangan atau struktur rumah sakit sementara guna memperkuat layanan kesehatan dan memperluas jangkauan perawatan bagi warga terdampak.
Sementara itu, IPC melaporkan bahwa gencatan senjata yang diberlakukan sejak Oktober lalu telah membantu meredakan kondisi paling ekstrem di Gaza.
Upaya tersebut, ditambah dengan rencana perdamaian yang diusulkan serta peningkatan aliran pasokan pangan, dinilai berkontribusi terhadap perbaikan situasi secara terbatas.
Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan Pasien Gawat Darurat Wajib Dilayani Tanpa Rujukan di Seluruh Indonesia
Meski demikian, IPC tetap memperingatkan bahwa prospek kemanusiaan di Jalur Gaza masih suram.
Tanpa adanya solusi berkelanjutan dan akses bantuan yang konsisten, risiko memburuknya krisis kemanusiaan dinilai masih sangat tinggi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.