WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah nyata dalam mencegah risiko penyakit berat.
Salah satu upaya yang ditekankan adalah pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan, karena ketiga unsur tersebut berkontribusi besar terhadap munculnya berbagai penyakit kronis.
Baca Juga:
Validasi Data dan Hak Sehat Masyarakat
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menegaskan bahwa kesadaran individu dalam menjaga pola hidup sehat tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pribadi, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan sistem pelayanan kesehatan nasional.
"Ketika setiap pribadi itu menjaga kesehatannya, tidak berlebih untuk gula, garam, dan lemak, ini ke depannya, biaya untuk pelayanan kesehatan ini bisa dikurangi, diminimalisir. Ketika setiap individu menjaga kesehatannya, maka ke depannya itu, kesinambungan biaya pelayanan kesehatan ini bisa diturunkan," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah seperti dilaporkan RRI, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia menjelaskan, BPJS Kesehatan juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.
Baca Juga:
Status PBI JK Dinonaktifkan, Ini Cara Reaktivasi Kepesertaan JKN
Upaya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebagai fondasi daya tahan tubuh yang optimal.
"Kalau di kami itu Prom-Prev ya, promotif preventif, di mana dari komunikasi organisasi sendiri ini selalu mengingatkan kembali melalui konten-konten di media sosial ataupun di rilis agar memang memperhatikan kesehatan," ujar Rizzky Anugerah.
Penerapan strategi promotif dan preventif ini diharapkan mampu mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar tetap berjalan secara berkesinambungan.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga didorong untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya di fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala.
Pemeriksaan ini dinilai efektif untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak tahap awal, sebelum berkembang menjadi penyakit serius.
"Di situ tahu dia, selain melalui JKN online, tahu nih statusnya kalau kita gandeng dengan pencegahan. Jadi masyarakat itu minimal sekali sebulan tensi aja pencegahan, sekalian mengetahui kartunya (JKN) itu aktif atau tidak," ucap Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar di tempat yang sama.
Timboel menambahkan, pola makan yang tidak terkontrol berpotensi memicu gangguan fungsi organ tubuh.
Oleh karena itu, pemanfaatan fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) perlu terus didorong agar masyarakat dapat lebih mandiri dalam memantau kondisi kesehatannya secara rutin.
"Garam, gula, lemak itu kan menjadi pendukung ya untuk darah tinggi, untuk penyakit-penyakit diabetes dan sebagainya," ujar Timboel Siregar.
Pengendalian asupan harian dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kerusakan organ tubuh dalam jangka panjang.
Kesadaran setiap individu untuk menjaga pola makan sehat dan rutin memeriksakan kesehatan diyakini mampu menekan risiko penyakit katastropik serta mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]