WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelombang komentar bernada cacian dan minim empati dari sejumlah tenaga kesehatan terhadap almarhum Yurizal Tri Chaerawan kini berbuntut panjang, mulai dari pemutusan kerja sama dokter hingga penonaktifan peserta pendidikan spesialis.
Yurizal sebelumnya menjadi sorotan setelah menyampaikan keluhan melalui media sosial karena tak kunjung mendapatkan ruang rawat inap sebelum akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga:
Yurizal Meninggal Usai Keluhkan Layanan, DPR: Pasien BPJS Bukan Kelas Dua
Sejumlah tenaga kesehatan kemudian diduga melontarkan komentar bernada cacian atau nirempati terhadap Yurizal melalui media sosial.
Setelah Yurizal meninggal dunia, sejumlah tenaga kesehatan yang diduga membuat komentar tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Institusi tempat para tenaga kesehatan tersebut bekerja atau menjalani pendidikan juga mulai mengambil tindakan dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Baca Juga:
Netty Dorong Komisi IX DPR Bentuk Panja Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan
Salah satu institusi yang mengambil langkah tersebut adalah Rumah Sakit Pusri Palembang terkait dokter bernama Tamara Dewi Jasmine.
Pada Rabu (5/8/2026), RS Pusri Palembang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena Tamara turut memberikan komentar terhadap almarhum Yurizal di media sosial.
Sehari kemudian, Kamis (6/8/2026), RS Pusri Palembang mengumumkan telah mengakhiri kerja sama dengan Tamara Dewi Jasmine.