Syahril mewakili KKI turut menyampaikan keprihatinan terhadap munculnya komentar-komentar nirempati dari tenaga kesehatan kepada pasien di ruang digital.
Menurut KKI, empati merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalisme tenaga medis maupun tenaga kesehatan ketika berhadapan dengan pasien dan masyarakat.
Baca Juga:
Yurizal Meninggal Usai Keluhkan Layanan, DPR: Pasien BPJS Bukan Kelas Dua
KKI juga mengingatkan bahwa perilaku tenaga kesehatan di media sosial tidak terpisah dari tanggung jawab profesional mereka.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan bahwa jejak digital merupakan bagian dari profesionalisme,” kata Syahril.
Ia menyatakan komunikasi yang dilakukan tenaga kesehatan di ruang digital seharusnya tetap berlandaskan nilai dan etika profesi.
Baca Juga:
Netty Dorong Komisi IX DPR Bentuk Panja Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan
“Setiap bentuk komunikasi di ruang digital rendahnya mencerminkan nilai-nilai luhur etika profesi,” ujar Syahril.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.