Kehadiran gedung baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tampung pasien sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan modern.
Sebagai salah satu rumah sakit swasta yang terus berkembang di Sumatera Barat, Rumah Sakit Bunda Padang saat ini didukung lebih dari 100 dokter dari berbagai disiplin ilmu dan spesialisasi serta sekitar 500 tenaga kesehatan dan karyawan yang mendukung operasional pelayanan kepada pasien.
Baca Juga:
DPR RI Ingatkan Pasokan Obat Jemaah Haji Harus Aman Selama Musim Haji
"Pelayanan kesehatan tidak mungkin berhenti berkembang. Penyakit terus berkembang, teknologi juga berkembang. Karena itu kami terus melakukan ekspansi dan peningkatan layanan, salah satunya melalui penambahan kapasitas rawat inap dan penguatan fasilitas kesehatan," ujarnya.
Helgawati menjelaskan bahwa sekitar 90 persen pasien yang dilayani merupakan peserta BPJS Kesehatan.
Namun demikian, rumah sakit juga menyediakan layanan non-BPJS dan layanan eksekutif guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pilihan pelayanan kesehatan yang lebih fleksibel.
Baca Juga:
Menkes Beri Sinyal Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik: Segini Tarif Kelas 1-3 per 7 Mei
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pasien, Rumah Sakit Bunda Padang juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan.
Salah satunya adalah penyediaan petugas pendamping atau person in charge (PIC) yang bertugas membantu pasien dan keluarga sejak proses registrasi hingga pelayanan selesai.
Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa kehadiran PIC bukan untuk membedakan layanan antar pasien, melainkan untuk mempercepat alur pelayanan serta memberikan pengalaman berobat yang lebih nyaman dan efisien.