Selain faktor wilayah, kondisi ekonomi juga turut berperan dalam menentukan tingkat partisipasi olahraga masyarakat.
Semakin tinggi tingkat pengeluaran rumah tangga, semakin besar pula peluang seseorang untuk aktif berolahraga.
Baca Juga:
Tangis Ayah Pecah di Hebron, Bayi Palestina Tewas Setelah Tentara Israel Lepaskan Tembakan
Kondisi ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat masih memiliki keterkaitan dengan kemampuan ekonomi masyarakat dalam mengakses fasilitas maupun aktivitas olahraga tertentu.
Di sisi lain, sekolah masih menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat untuk berolahraga.
Sebanyak 37,69 persen masyarakat tercatat melakukan aktivitas olahraga karena alasan pendidikan.
Baca Juga:
Jangan Tergiur! OJK Sebut Nonton Drama China hingga Klik Iklan Jadi Modus Penipuan Baru
Kontribusi sektor pendidikan tersebut terlihat jelas pada kelompok usia sekolah yang menjadi kelompok paling aktif berolahraga.
Tingkat partisipasi olahraga pada kelompok usia sekolah tercatat mencapai 82,72 persen.
Kelompok anak-anak juga menunjukkan angka partisipasi yang sangat tinggi dengan capaian sebesar 82,13 persen.