WAHANANEWS.CO, Jakarta - Survei global terbaru menunjukkan jutaan orang di berbagai negara hidup dengan tingkat stres, frustrasi, dan amarah yang tinggi akibat tekanan ekonomi, konflik, hingga ketidakstabilan politik. Berdasarkan laporan emosi global yang dirilis oleh Gallup, sekitar satu dari lima orang dewasa di dunia mengaku merasakan kemarahan pada hari sebelum mereka diwawancarai.
Survei dilakukan pada penduduk berusia 15 tahun ke atas di 144 negara dan wilayah melalui wawancara tatap muka maupun telepon. Hasilnya, sejumlah negara yang tengah dilanda konflik, krisis kemanusiaan, hingga gejolak ekonomi mendominasi daftar negara paling pemarah di dunia.
Baca Juga:
Lagi Emosi? Hindari 5 Jenis Makanan Ini Biar Amarah Tak Meledak
Kabar baiknya, Indonesia tak termasuk. Indonesia malah ada di peringkat satu hasil survei negara dengan penduduk paling banyak tertawa dan tersenyum, yakni 92 persen. Hanya 8 persen yang dilaporkan tidak merasakan demikian.
Dikutip dari Facts Institute, negara-negara dengan posisi teratas emosi marah, menghadapi kondisi sosial yang sulit, mulai dari perang berkepanjangan, kemiskinan, hingga ketidakpastian politik yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Chad Jadi Negara Paling Pemarah
Baca Juga:
Saat Perempuan Menahan Emosi, Kesehatan yang Jadi Taruhan
Posisi pertama ditempati oleh Chad. Sebanyak 47 persen responden di negara tersebut mengaku merasakan kemarahan sehari sebelum survei dilakukan.
Artinya, hampir separuh penduduk yang diwawancarai mengalami emosi marah dalam aktivitas sehari-hari. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan negara lain di dunia.
Beberapa negara di kawasan Timur Tengah juga mencatat tingkat kemarahan yang tinggi. Konflik, tekanan ekonomi, dan kondisi sosial yang tidak stabil disebut menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka tersebut.