Kelaparan, inflasi, keterbatasan akses bantuan kemanusiaan, hingga wabah penyakit memperburuk situasi. Warga yang kehilangan tempat tinggal harus tinggal di kamp-kamp pengungsian sementara yang rentan terhadap penyebaran penyakit menular.
Sementara itu, Irak masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan politik setelah invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada 2003. Ketidakstabilan yang berlangsung selama bertahun-tahun disebut berdampak pada kondisi psikologis masyarakat.
Baca Juga:
Lagi Emosi? Hindari 5 Jenis Makanan Ini Biar Amarah Tak Meledak
Di sisi lain, Palestina juga masuk dalam daftar negara dengan tingkat kemarahan tertinggi. Konflik yang berkepanjangan, pembatasan aktivitas, serta tekanan ekonomi membuat banyak warga hidup dalam kondisi penuh ketidakpastian dan stres.
Negara dengan Tingkat Kemarahan Terendah
Menariknya, negara yang dikenal sebagai negara paling bahagia di dunia bukanlah yang memiliki tingkat kemarahan terendah.
Baca Juga:
Saat Perempuan Menahan Emosi, Kesehatan yang Jadi Taruhan
Meski selama sembilan tahun berturut-turut menyandang gelar negara paling bahagia, Finlandia berada di posisi kedua dalam daftar negara dengan tingkat kemarahan terendah.
Posisi pertama justru ditempati Vietnam, hanya 5 persen responden yang mengaku merasakan marah sehari sebelumnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.