WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat peningkatan kasus campak di berbagai wilayah Indonesia pada awal tahun 2026.
Hingga minggu ke-9 tahun ini, tercatat sebanyak 10.826 kasus suspek campak, dengan 8.716 kasus telah terkonfirmasi.
Baca Juga:
PLN Salurkan Alat Deteksi Preeklamsia Berbasis AI untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah terus menggencarkan program imunisasi guna menekan penyebaran penyakit yang dikenal sangat mudah menular tersebut.
Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan terdapat penambahan sekitar 500 kasus campak pada minggu kesembilan tahun 2026 dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Meski demikian, ia menyebut tren peningkatan mulai menunjukkan perlambatan berkat upaya imunisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level Bertahap, Dorong Masyarakat Lebih Sadar Gizi
“Pada minggu ke-9 tahun 2026 terdapat penambahan sekitar 500 kasus. Namun tren penambahan mulai melambat karena imunisasi dan edukasi pola hidup bersih dan sehat terus digencarkan,” kata Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.
Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus telah terkonfirmasi serta enam kasus kematian.
Adapun pada minggu ke-7 sebelumnya tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, dan empat kasus kematian.