“Langkah konkret yang kami lakukan adalah memberikan pembiayaan terhadap operasi katarak. Jumlah kebutuhannya akan terus meningkat seiring angka harapan hidup yang semakin tinggi,” kata Dante Saksono Harbuwono saat konferensi pers di Rumah Sakit Khusus Mata, Kabupaten Banyumas, Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain pembiayaan, Kemenkes juga berupaya meningkatkan cataract surgery rate atau angka operasi katarak agar semakin banyak pasien yang dapat memperoleh penanganan setiap tahunnya.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Tinjau Langsung Tes Akademik Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 di Kampus Unama Tehok
Peningkatan kapasitas pelayanan dinilai penting mengingat kebutuhan di setiap daerah belum sepenuhnya seimbang.
Dante mengungkapkan masih terdapat wilayah yang memiliki kapasitas layanan operasi katarak cukup besar, sementara daerah lainnya justru menghadapi keterbatasan fasilitas maupun kemampuan pelayanan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan mata secara nasional.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Binrohtal Personel Nasrani, Perkuat Integritas dan Pelayanan Humanis
“Memang kapasitas di setiap daerah tidak sama, ada daerah yang berlebih, ada yang masih kekurangan. Karena itu kami akan memperkuat kolaborasi agar kapasitas yang berlebih dapat membantu daerah yang masih membutuhkan,” ujar Dante.
Di sisi lain, pemerintah menjadikan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu instrumen untuk menemukan gangguan penglihatan, termasuk dugaan katarak, sejak lebih awal.
Pemeriksaan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan matanya sebelum gangguan penglihatan berkembang menjadi lebih berat.