Menanggapi kasus ini, Kemenkes bersama Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Dinkes Cianjur bergerak cepat melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan pada hari ini, Jumat 27 Maret 2026. Langkah-langkah respon cepat yang dilakukan meliputi:
Penelusuran Kontak Erat: Mencari sumber penularan dan mendata pihak yang sempat berinteraksi dengan almarhum.
Baca Juga:
Lonjakan Campak 2026 Picu KLB di 11 Provinsi, Komisi IX Minta Aksi Cepat Pemerintah
Penilaian Risiko: Memetakan potensi penyebaran virus di wilayah setempat.
Pemberian Vitamin A: Sebagai langkah medis untuk mencegah penularan lebih luas dan menekan risiko gejala berat.
Campak Juga Mengincar Orang Dewasa
Baca Juga:
Sumber Penularan 2 Kasus Cacar Monyet di Jakbar Masih Ditelusuri
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa risiko komplikasi fatal akibat campak tidak hanya mengintai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Terutama bagi mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi atau tidak memiliki kekebalan alami dari infeksi sebelumnya.
"Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa campak bukan sekadar penyakit anak-anak. Orang dewasa yang tidak punya riwayat vaksin atau belum pernah tertular sebelumnya tetap berisiko tinggi menghadapi komplikasi serius yang bisa berujung fatal," jelas Aji.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.