Belilah barang kesukaan atau lakukan wisata kuliner ke restoran yang sudah lama ingin kamu datangi.
Menerima kekalahan dalam sebuah kompetisi memang butuh waktu. Namun, terlalu lama larut dalam kesedihan juga tidak baik.
Baca Juga:
AHY Ungkap Momen Bareng Putra-Putra Presiden RI di Pesta Ultah Didit Prabowo
American Heart Association menyatakan sebanyak 33% orang terkena serangan jantung karena depresi dan mengalami kesedihan dalam jangka waktu lama.
Hal ini diamini oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong, bahwa saat kamu merasa sedih, hormon kortisol akan meningkat. Hormon ini menyebabkan kadar gula tidak stabil, tekanan darah meningkat, hingga terjadinya gangguan tidur.
“Hormon kortisol dan interleukin secara tidak langsung juga akan memengaruhi struktur dan lebar pembuluh darah. Sehingga, bila terjadi terus-menerus, pembuluh darah dapat mengalami kerusakan,” jelasnya. Kondisi ini nantinya berisiko menimbulkan penyakit stroke dan serangan jantung.
Baca Juga:
Pelatih Kiper PSS Sleman Andre Croda Minta Pemain Jaga Motivasi Hadapi Jadwal Padat
5. Terimalah Kekalahan dengan Lapang Dada
Dalam situasi kekalahan, emosi seringkali dapat mengambil alih membuat sulit untuk berpikir jernih dan rasional.
Dengan tetap tenang dan terkendali, kamu dapat mempertahankan kontrol atas diri sendiri, sehingga lebih mudah untuk menganalisis kekalahan dengan objektif dan mencari solusi untuk meningkatkan solusi di masa depan.