Program D2D Telemedicine mulai dijalankan sejak akhir 2021 untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri tenaga medis RSUI dalam menangani pasien kritis. Selain itu, kerja sama juga mencakup pelatihan profesional, edukasi, seminar, serta pengembangan teknologi penunjang diagnosis.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kemampuan RSUI dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis teknologi.
Baca Juga:
Klinik Reproduksi RSUI Resmi Dibuka: Layani Pasangan dengan Program Kehamilan Terintegrasi
Bidik Pusat Rujukan Jawa Barat
Kusuma menyebut pengembangan RSUI diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan sekaligus pelayanan rujukan.
Ia menyebut RSUI merupakan salah satu rumah sakit tipe A di Jawa Barat dan saat ini melayani pasien dalam jumlah besar setiap harinya.
Baca Juga:
RSUI Strategi Besar: Luncurkan Center of Excellence dengan Layanan Kesehatan Level Unggulan
“Rumah sakit ini sebagai tipe A di Kota Depok. Di Jawa Barat cuma tiga, Rumah Sakit UI, Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan RS Sentosa di Bandung. Jadi kita ini salah satu rumah sakit tipe A, sebagai pusat pendidikan,” tuturnya.
Dengan kapasitas yang terus diperluas, layanan spesialis dan subspesialis yang semakin beragam, serta fungsi pendidikan yang tetap dipertahankan, RSUI memasuki usia ketujuh dengan agenda besar: memperkuat posisi sebagai pusat pelayanan dan rujukan kesehatan di Jawa Barat.
Momentum HUT ke-7 pun bukan sekadar perayaan seremonial. Bagi RSUI, usia tujuh tahun menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk memperluas kapasitas pelayanan, meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, memperkuat kolaborasi dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.