RSUI juga mengingatkan bahwa kekambuhan lupus atau flare dapat dipicu oleh sejumlah faktor seperti stres, kurang istirahat, paparan sinar matahari, infeksi, perubahan hormon, hingga ketidakpatuhan menjalani pengobatan.
Karena itu, penderita lupus dianjurkan menjaga pola hidup sehat dan rutin berkonsultasi dengan dokter. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri sendi berkepanjangan, ruam kulit, kelelahan berlebihan, sariawan berulang, sesak napas, hingga pembengkakan pada kaki atau wajah.
Baca Juga:
Waspada Penyakit Setelah Lebaran, Ini Daftar dan Penyebabnya
Dalam penanganannya, pengobatan lupus bertujuan mengurangi peradangan, mengontrol gejala, mencegah kerusakan organ, serta membantu pasien tetap aktif menjalani kegiatan sehari-hari. Pada sebagian pasien, lupus bahkan dapat memasuki fase remisi ketika gejala menjadi sangat ringan atau tidak muncul dalam periode tertentu.
RSUI saat ini menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit autoimun yang ditangani dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi. Layanan tersebut meliputi konsultasi, pemeriksaan laboratorium penunjang lupus, pemantauan kondisi pasien, edukasi, hingga pendampingan terapi sesuai kebutuhan pasien.
“Melalui layanan yang terintegrasi, RSUI berkomitmen membantu pasien lupus mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan optimal,” tulis Humas RSUI.
Baca Juga:
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Tangerang dan Tangsel Imbau Warga Tak Panik Hadapi Super Flu
[Redaktur: Teunku Isnain Raseukiy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.