WAHANANEWS.CO, Jakarta - Siapa sangka makanan sederhana yang hampir setiap hari hadir di meja makan ternyata dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer, salah satu gangguan otak yang paling ditakuti pada usia lanjut.
Temuan tersebut diungkap oleh tim peneliti dari Loma Linda University Health yang meneliti hubungan antara konsumsi telur dan risiko munculnya penyakit Alzheimer.
Baca Juga:
Tak Lagi Sekadar Murah, Konsumen Cari Furniture Berkualitas dan Awet
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi satu butir telur per hari selama setidaknya lima hari dalam sepekan berpotensi menurunkan risiko Alzheimer hingga 27 persen.
Penelitian ini semakin memperkuat posisi telur sebagai salah satu sumber protein terjangkau yang tidak hanya baik untuk kebutuhan gizi, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan otak.
"Dibandingkan dengan tidak pernah makan telur, mengonsumsi setidaknya lima telur per minggu dapat menurunkan risiko Alzheimer," kata Joan Sabaté, peneliti utama studi sekaligus profesor di Loma Linda University School of Public Health.
Baca Juga:
SPI Desak RUU HPI Segera Disahkan, Saatnya Indonesia Tinggalkan Warisan Hukum Kolonial
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition dan melibatkan sekitar 40 ribu peserta dalam kohort Adventist Health Study-2.
Kasus Alzheimer dalam penelitian itu diidentifikasi berdasarkan diagnosis dokter yang tercatat dalam data Medicare.
Sementara itu, kelayakan peserta ditentukan menggunakan Medicare Master Beneficiary Summary Files.