Peneliti menemukan bahwa konsumsi telur sebanyak satu hingga tiga kali per bulan berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer sebesar 17 persen.
Angka tersebut meningkat menjadi 20 persen pada kelompok yang mengonsumsi telur dua hingga empat kali dalam sepekan.
Baca Juga:
Tak Lagi Sekadar Murah, Konsumen Cari Furniture Berkualitas dan Awet
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para peneliti menyarankan agar telur dapat dimasukkan sebagai salah satu bagian dari pola makan harian.
Studi berjudul Asupan Telur dan Kejadian Penyakit Alzheimer pada Kohort Adventist Health Study-2 yang Dikaitkan dengan Data Medicare dilakukan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan mengenai hubungan faktor pola makan yang dapat dimodifikasi dengan risiko penyakit Alzheimer.
Selama ini telur telah lama dikenal sebagai salah satu makanan yang mendukung kesehatan otak karena kandungan nutrisinya yang beragam.
Baca Juga:
SPI Desak RUU HPI Segera Disahkan, Saatnya Indonesia Tinggalkan Warisan Hukum Kolonial
"Telur dikenal sebagai makanan pendukung kesehatan otak," ujar Sabaté.
Kandungan kolin dalam telur berfungsi sebagai prekursor asetilkolin dan fosfatidilkolin yang memiliki peran penting dalam proses memori dan fungsi sinaptik pada otak.
Selain itu, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang dikaitkan dengan peningkatan kinerja kognitif serta membantu mengurangi stres oksidatif.