Kurangnya aktivitas fisik juga memperburuk kondisi karena jantung menjadi kurang efisien dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Di sisi lain, obesitas menjadi faktor risiko serius lantaran tubuh membutuhkan suplai oksigen lebih besar sehingga tekanan pada dinding arteri meningkat.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Binrohtal Personel Nasrani, Perkuat Integritas dan Pelayanan Humanis
Stres berkepanjangan pada anak dan remaja juga mulai dianggap sebagai faktor yang ikut memicu kenaikan tekanan darah akibat meningkatnya denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah.
Kondisi medis seperti diabetes dan penyakit ginjal turut berpengaruh terhadap kestabilan tekanan darah karena berkaitan dengan hormon dan sistem aliran darah dalam tubuh.
Riwayat keluarga dengan hipertensi juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami kondisi serupa sejak usia dini.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Tekankan Tata Kelola Bersih dalam Rapat Dewan Pengawas Rumkit dr. Bratanata Jambi
Selain itu, sejumlah jenis obat tertentu seperti obat flu maupun pereda nyeri diketahui bisa memicu peningkatan tekanan darah apabila digunakan secara berlebihan atau tanpa pengawasan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.