Sementara
E484Q dikhawatirkan akan membuat virus memiliki pengikatan sel yang lebih baik
dibanding sebelumnya, yang berpotensi menghindari kekebalan.
Saat
ini, strain tersebut telah terdeteksi di
setidaknya 16 negara, termasuk Singapura dan Inggris.
Baca Juga:
Bertemu Menkes, Eliyunus Waruwu Lobi Pembangunan Rumah Sakit Konsep Wisata di Nias Barat
Kemudian,
mutasi baru B.1.351 pertama kali ditemukan di Teluk Nelson Mandela, Afrika
Selatan, pada awal Oktober 2020.
Sejak
saat itu, virus menyebar dan kini telah ditemukan di luar negara asalnya,
misalnya di Zambia dan AS.
Kasus
B.1.351 dilaporkan di Amerika Serikat pada akhir Januari 2021.
Baca Juga:
Menkes Ungkap Pelaksanaan Program CKG Tetap Berjalan Seperti Biasa Selama Bulan Puasa
Mutasi
virus ini dicurigai dapat memengaruhi netralisasi beberapa antibodi, tetapi
tidak terdeteksi meningkatkan risiko keparahan penyakit.
DPR Minta Masyarakat Tak Panik