Budi menyadari bahwa perubahan ini bisa menimbulkan resistensi dari peserta kelas atas, seperti pekerja formal, yang khawatir pelayanan akan menurun.
Namun, pemerintah tengah mencari solusi agar mereka tetap merasa dilayani dengan layak.
Baca Juga:
Urgensi Empati dalam Komunikasi Kebijakan Publik
“Yang jadi masalah, orang yang sebelumnya di kelas atas merasa turun kualitasnya. Itu yang sedang kita pikirkan, tanpa kembali ke prinsip layanan berdasarkan iuran, karena itu bukan konsep asuransi sosial,” tutupnya.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.