Strategi ini menitikberatkan pada upaya perlindungan individu serta pengendalian lingkungan.
Langkah pertama adalah menghindari gigitan nyamuk sebagai penyebab utama penularan DBD.
Baca Juga:
Godzilla El Nino Intai Indonesia, BRIN Peringatkan Kemarau Ekstrem 2026
Upaya ini dapat dilakukan dengan mengenakan pakaian tertutup seperti baju lengan panjang, menggunakan lotion antinyamuk, hingga tidur dengan kelambu, terutama di daerah dengan tingkat kasus tinggi.
Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk aktif memberantas sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik menjadi faktor penting dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
Baca Juga:
Sinyal El Niño Muncul, BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Cepat
Langkah ketiga berkaitan dengan penanganan dini. Masyarakat diminta untuk segera beristirahat di rumah dan memeriksakan diri ke tenaga kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri sendi, atau muncul bintik merah.
Penanganan awal, termasuk pemberian obat penurun panas, dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah.
“Namun untuk kondisi berat harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan atau dinas kesehatan setempat. Selain itu, vaksinasi menjadi upaya tambahan meskipun saat ini masih bersifat berbayar,” katanya.