WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas selama momentum libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode libur panjang, pemerintah berupaya menjaga agar layanan publik esensial tetap berjalan optimal, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Baca Juga:
Pemerintah Imbau Pemudik Manfaatkan WFA agar Arus Mudik Lebaran 2026 Lebih Merata
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan layanan kesehatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, pada Senin (16/3/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas, sistem pelayanan, serta sumber daya manusia di sektor kesehatan tetap siaga selama masa libur Lebaran.
Menteri Rini menyampaikan bahwa periode Lebaran merupakan waktu dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Kedatangan dan Kepulangan Jemaah Umrah Indonesia di Arab Saudi Berjalan Lancar
Oleh karena itu, seluruh fasilitas pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, harus tetap dalam kondisi siap memberikan pelayanan terbaik.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, pemerintah secara proaktif ingin memastikan bahwa fasilitas layanan, sistem pelayanan, serta kesiapan tenaga kesehatan dan petugas pendukung berada dalam kondisi siap memberikan pelayanan yang cepat, responsif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Menteri Rini.
Sebagai Pusat Kanker Nasional, RS Kanker Dharmais memiliki peran strategis dalam melayani pasien dari berbagai daerah di Indonesia.
Banyak pasien yang menjalani terapi berkelanjutan seperti kemoterapi, radioterapi, maupun kontrol rutin yang tidak dapat ditunda meskipun dalam masa libur nasional.
Selain itu, rumah sakit ini juga memiliki mandat dari Kementerian Kesehatan untuk membina dan mengampu rumah sakit daerah dalam penanganan kanker.
“Sehingga selama masa libur Lebaran pun RS Kanker Dharmais diharapkan bisa tetap menjamin kesiapan distribusi layanan yang merata di bidang penanganan kanker tidak hanya di pusat, tetapi juga di daerah,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Rini didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk meninjau langsung alur pelayanan pasien, mulai dari proses pendaftaran hingga tindakan medis.
Peninjauan mencakup berbagai layanan penting, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan rawat inap, hingga fasilitas terapi kanker yang menjadi layanan unggulan rumah sakit tersebut.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada kesiapan tenaga kesehatan, kelengkapan sarana dan prasarana, serta transparansi informasi layanan kepada masyarakat, termasuk standar pelayanan dan mekanisme pengaduan.
Hal ini dinilai penting guna memastikan pelayanan tetap berjalan efektif dan akuntabel.
Menteri Rini menegaskan bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan tidak mengenal waktu, termasuk saat libur panjang seperti Idulfitri.
Oleh sebab itu, seluruh penyelenggara layanan kesehatan diharapkan tetap menjaga kesiapan layanan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan kapan pun dibutuhkan.
Sebagai sektor utama dalam pelayanan kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan juga diharapkan terus melakukan pemantauan dan penguatan tata kelola layanan selama periode libur hari besar keagamaan.
Hal ini penting untuk memastikan pelayanan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip pelayanan publik yang berkualitas.
Tak hanya itu, Menteri Rini juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang inklusif dan ramah terhadap kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak. Kelompok ini membutuhkan perhatian khusus agar tetap mendapatkan layanan yang layak dan aman.
“Layanan publik tentunya harus memperhatikan berbagai kebutuhan khusus kelompok rentan, seperti lansia, difabel, ibu hamil, dan anak-anak,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Rini turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan petugas layanan publik yang tetap menjalankan tugasnya selama masa libur Lebaran.
Dedikasi mereka dinilai sangat penting dalam menjaga keberlangsungan layanan bagi masyarakat.
"Pelayanan publik yang sigap, cepat, dan terkoordinasi adalah prioritas utama selama masa mudik. Terima kasih kepada seluruh ASN yang tetap bertugas dan hadir untuk menyuguhkan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat selama Lebaran,” pungkas Menteri Rini.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa seluruh rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan tetap beroperasi selama libur Lebaran, meskipun terdapat penyesuaian dalam operasional layanan.
Layanan yang bersifat darurat, seperti penanganan pasien stroke, tindakan CT scan, hingga operasi akibat pendarahan, tetap berjalan penuh demi menyelamatkan nyawa pasien.
“Selama liburan panjang ini sesuai arahan dari Bapak Presiden, kita akan tetap beroperasi untuk tindakan-tindakan emergency. Yang sifatnya emergency atau menyelamatkan nyawa itu beroperasi penuh,” tegas Budi.
Namun demikian, Kementerian Kesehatan akan melakukan penyesuaian terhadap layanan medis yang bersifat elektif atau terjadwal pada periode 20 hingga 23 Maret 2026.
Layanan elektif merupakan tindakan non-darurat yang telah direncanakan sebelumnya, seperti prosedur medis rutin atau terapi berkala.
“Jadi tugasnya para Dirut (Rumah Sakit Kemenkes) adalah mengatur ulang jumlah tenaga SDM-nya yang diperlukan untuk menjalankan tindakan-tindakan terjadwal, elektif atau non-emergency. Karena mungkin akan lebih banyak jumlah layanan di hari sebelum atau di hari sesudahnya,” pungkas Menkes.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]