Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
“Semakin cepat kanker terdeteksi, maka peluang keberhasilan pengobatan akan semakin besar. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining kesehatan secara rutin serta segera memeriksakan diri apabila merasakan gejala yang mencurigakan,” kata Rizzky.
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan JKN Menjangkau Seluruh Penduduk Indonesia pada 2030
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan Rumah Sakit Universitas Airlangga, Pradana Zaky Romadhon, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah kasus kanker yang tercatat saat ini juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi di bidang medis.
Menurutnya, alat deteksi penyakit yang semakin canggih dan akurat memungkinkan kasus kanker teridentifikasi lebih banyak dan lebih dini.
“Sering kali pasien yang menunda untuk melakukan pemeriksaan dini dan kemudian datang pada saat kanker sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, deteksi dini ini sangat penting untuk mendapatkan tingkat kesembuhan sempurna. Untuk itu, perlu adanya edukasi yang gencar terhadap pentingnya deteksi sedini mungkin,” ucap Zaky.
Baca Juga:
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan BRIN Dorong Kebijakan JKN Berbasis Data
Ia juga menambahkan bahwa pasien diharapkan mengikuti alur dan prosedur pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan lanjutan.
Hal tersebut bertujuan agar pasien memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan optimal dari tenaga medis yang kompeten.
Seluruh rangkaian pengobatan kanker dijamin oleh JKN selama memenuhi indikasi medis dan prosedur pelayanan yang telah ditetapkan.