Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya ke beberapa dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), ia mengungkapkan bahwa penyerapan komoditas telur bebek khususnya telur asin sudah mulai berjalan di beberapa wilayah, salah satunya di Jawa Timur. Berdasarkan pengamatannya, bisnis ini masih sangat menjanjikan dan memberikan margin keuntungan yang sehat bagi para peternak lokal.
"Saya merasa kalau beberapa kami melakukan sidak ke dapur SPPG itu sudah ada. Mereka belinya di harga Rp2.500 Kalau biaya produksinya Rp1.875 sepertinya kok masih profitnya. Ada selisih benefit disitu. Itu di kawasan Jawa Timur sudah mulai ada, telur asin bebek," kata Nurhadi.
Baca Juga:
Anak SD dari Nganjuk Surati Prabowo, Isinya Soal MBG
"Kemudian di tempat kami di Blitar itu ada populasi 10.000 bebek. Prosentase dari bahan baku ini lebih banyak lokal. Saya belum tanya secara detail namanya apa aja. Mungkin bisa studi banding atau konsultasi dengan beliau," lanjutnya.
Dikutip dari situs resmi pemerintah Desa Putat Gunung Kidul, selain mengandung protein, lemak, dan antioksidan, telur bebek ternyata mengandung multivitamin dan mineral. Multivitamin dan mineral tersebut a.l. vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin E, vitamin D, folat, selenium, kalsium, zat besi, magnesium, zinc, dan mangan.
Sebutir telur bebek mengandung 130 kalori, 9 gr protein, 1 gr karbohidrat, 100 mg sodium, 150 mg kalium, 154 gr fosfor, dan 600 mg kolesterol. Sedangkan sebutir telur ayam mengandung 60 kalori, 5,5 gr protein, 0,3 gr karbohidrat, 60 mgnatrium, 60 mg kalium, 85 mg fosfor, dan 165 mg kolesterol.
Baca Juga:
Puluhan Balita-Busui Keracunan MBG di Cianjur, BGN Temukan Penyebabnya
Dari data tersebut bisa bisa dicermati bahwa kadar protein pada telur bebek lebih tinggi dibandingkan telur ayam. Protein merupakan komponen yang penting untuk membangun dan memperbaiki berbagai jaringan tubuh, seperti kulit, darah, tulang, dan otot.
[Redaktur: Alpredo Gultom]