WAHANANEWS.CO, Jakarta - Banyak perempuan kerap memilih untuk memendam perasaan demi mempertahankan keharmonisan hubungan atau menjaga citra dirinya di mata orang lain.
Namun, kebiasaan menahan emosi ini ternyata membawa risiko serius terhadap kesehatan mental dan fisik.
Baca Juga:
Kota Depok Serentak Luncurkan RBI di 63 Kelurahan: Lindungi Perempuan dan Anak
Menurut informasi dari Halodoc, menekan emosi menyebabkan lonjakan hormon stres seperti kortisol.
Jika kadar kortisol terus meningkat, dapat memicu berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, gangguan sistem pencernaan, dan bahkan diabetes tipe 2.
Emosi negatif yang tidak tersalurkan, seperti amarah atau kesedihan yang dipendam lama, berkontribusi terhadap penyempitan pembuluh darah dan berisiko menyebabkan penyakit jantung koroner.
Baca Juga:
Perempuan dan Anak Muda Dominasi Penyegaran Jabatan Kemenpora di Era Erick Thohir
Selain itu, gangguan tidur, sakit kepala sebelah (migrain), serta sindrom iritasi usus besar (IBS) juga kerap ditemukan pada perempuan yang tidak mengekspresikan perasaannya.
Jika kondisi ini dibarengi dengan depresi yang tak tertangani, gejalanya dapat memburuk.
Stres emosional kronis yang tidak tertangani juga berpotensi mengganggu sistem imun dan memicu penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis, ketika tubuh justru menyerang jaringan sehatnya sendiri.