Dalam kelanjutan komentarnya, dr Benny menyinggung banyaknya peserta BPJS yang menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan sehingga Yurizal bukan satu-satunya pasien yang membutuhkan perawatan.
"BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri," lanjutnya.
Baca Juga:
Dari Gerak Jalan hingga Penghargaan, Hari Koperasi ke-79 di Sumedang Berlangsung Meriah
Komentar yang paling banyak disorot muncul ketika dr Benny menyebut ruang jenazah sebagai tempat yang selalu kosong jika pasien ingin segera dipindahkan.
"Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong," tulis dr Benny.
Ia kemudian menyampaikan kekesalannya karena menilai tenaga kesehatan, rumah sakit, dan pemerintah melalui BPJS telah berupaya membantu masyarakat.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Minta Aktor Intelektual Dugaan Fraud BPJS Kesehatan Dibongkar Hingga Tuntas
"Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," lanjutnya.
Polemik semakin mendapat perhatian setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026).
Direktur RSUD Ruteng Oktavianus Yanuarius mengatakan dr Benny telah mengajukan permohonan pengunduran diri sejak Kamis (6/8/2026).