Komentarnya kemudian berlanjut dengan pernyataan bahwa waktu tunggu delapan jam dianggap wajar apabila rumah sakit yang dimaksud merupakan rumah sakit rujukan nasional.
"8 jam sangat sangat wajar apalagi kt lo itu RS rujukan nasional," lanjutnya.
Baca Juga:
Dari Gerak Jalan hingga Penghargaan, Hari Koperasi ke-79 di Sumedang Berlangsung Meriah
Nurma kemudian melontarkan komentar bernada penghinaan yang turut menjadi sorotan publik.
"Boleh gue bilang sesuatu? LO GBLK BANYAK BCT," tulis Nurma.
Direktur RSUD dr Soekardjo dr Budi Tirmadi mengonfirmasi pihaknya telah menerima surat pengunduran diri Nurma pada Kamis (6/8/2026).
Baca Juga:
Komisi IX DPR Minta Aktor Intelektual Dugaan Fraud BPJS Kesehatan Dibongkar Hingga Tuntas
Tenaga kesehatan lain yang turut diperiksa adalah Dika Purnomo Aji, perawat Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM yang kini menjalani pemeriksaan oleh tim etik.
"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," tulis Dika.
Komentar berbahasa Jawa tersebut secara garis besar menyebut serangan jantung sebagai cara agar pasien bisa cepat mendapat penanganan dari IGD menuju Cathlab dan kemudian ICU.