Penularan virus ini juga tergolong cepat karena satu orang yang terinfeksi dapat menularkan ke dua hingga tiga orang lain dalam waktu singkat.
Karena itu, masyarakat diimbau memperkuat langkah pencegahan dengan menjaga stamina tubuh melalui asupan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olahraga teratur.
Baca Juga:
Kekerasan Rumah Tangga dan Game Online, Fakta Lengkap Kasus Siswi SD Bunuh Ibu
Langkah lain yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat berada di keramaian atau kontak dengan orang sakit, serta melakukan vaksinasi influenza.
Masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung serta tidak beraktivitas di ruang publik saat sedang sakit flu.
Selain imbauan umum, Kemenkes menyoroti adanya kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terpapar subclade K berdasarkan pola penyebaran yang terpantau hingga akhir 2025.
Baca Juga:
Menkeu Ungkap Curhat Investor Asing Soal Sulitnya Berusaha di RI
Kelompok pertama adalah anak-anak yang memiliki tingkat interaksi sosial tinggi di sekolah, tempat penitipan, dan lingkungan bermain.
“Merujuk publikasi ilmiah terbaru pada Desember 2025, influenza A (H3N2) merupakan salah satu virus emerging yang pernah menyebabkan pandemi di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kembali menjadi penyebab peningkatan flu pada 2024 hingga 2025, khususnya pada kelompok anak-anak,” ujar Prima.
Meski demikian, vaksin influenza dinilai masih memberikan perlindungan yang cukup baik dengan efektivitas sekitar 64 hingga 78 persen pada anak-anak dalam menurunkan risiko keparahan.