Kajian ilmiah lain juga menunjukkan berbagai jenis susu nabati mengandung komponen yang berpotensi mendukung kesehatan usus, membantu menjaga kadar kolesterol, serta memberikan efek antiinflamasi meskipun manfaatnya dapat berbeda-beda tergantung bahan baku yang digunakan.
Namun para ahli mengingatkan bahwa tidak semua susu nabati memiliki kandungan gizi yang sama sehingga konsumen perlu lebih cermat saat memilih produk.
Baca Juga:
Fakta Sejarah yang Jarang Diketahui: Babi Pernah Mendominasi Meja Makan Orang Arab
Dibandingkan susu sapi, sebagian susu nabati memiliki kandungan protein yang lebih rendah sehingga penting memperhatikan label nutrisi terutama bagi anak-anak, lansia, atau individu yang membutuhkan asupan protein lebih tinggi.
Beberapa produk komersial juga mengandung tambahan gula, pemanis, pengental, atau bahan aditif lain yang dapat mengurangi manfaat kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan.
Karena itu para ahli gizi umumnya menyarankan masyarakat memilih susu nabati tanpa tambahan gula dan yang telah diperkaya kalsium, vitamin D, maupun vitamin B12 agar nilai gizinya lebih optimal.
Baca Juga:
Jangan Terlewat, Seleksi Anggota Badan Supervisi OJK Dibuka Sampai 12 Juni 2026
Di balik perdebatan mengenai mana yang lebih sehat antara susu sapi dan susu nabati, para peneliti sepakat bahwa pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing individu.
Bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa, alergi susu sapi, atau menjalani pola makan berbasis tumbuhan, susu nabati dapat menjadi solusi yang praktis dan menyehatkan selama dipilih secara bijak dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Pada akhirnya, tren susu nabati menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin sadar bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikonsumsi, tetapi juga oleh kemampuan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.