Akibatnya, kualitas istirahat menjadi menurun drastis dan berpengaruh terhadap energi dan produktivitas di keesokan harinya.
Seiring waktu, pola hidup seperti ini dapat memicu kelelahan mental dan fisik secara bersamaan.
Baca Juga:
Jakarta Masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026, Tumbangkan Washington DC dan Abu Dhabi
Melansir dari Halodoc, disebutkan bahwa FOMO bisa memberi dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari, dan jika tidak dikendalikan dengan bijak, bisa menyebabkan penurunan kualitas hidup.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami cara-cara yang tepat dalam mengelola FOMO agar tidak berdampak serius terhadap kehidupan personal maupun sosial.
Berikut ini beberapa strategi sederhana namun efektif untuk mengurangi dampak negatif FOMO:
Baca Juga:
Suporter Jepang Tuai Kecaman, Dinilai Rajin Bersih-bersih Stadion tapi Minim Bantu di Rumah
1. Kurangi tekanan dengan menerima kondisi
Langkah pertama dalam mengatasi FOMO adalah dengan menyadari bahwa perasaan tersebut adalah hal yang wajar.
“Mengakui bahwa FOMO adalah hal normal bisa membantu mengurangi rasa cemas. Penerimaan diri membuat pikiran jadi lebih ringan,” demikian dijelaskan dalam artikel Halodoc.