Belajar bersyukur dan menghargai perjalanan pribadi dapat meningkatkan rasa puas dan bahagia dalam hidup.
4. Cari bantuan profesional bila perlu
Baca Juga:
Jakarta Masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026, Tumbangkan Washington DC dan Abu Dhabi
Jika FOMO sudah mulai terasa mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak pada kesehatan mental, maka tidak ada salahnya untuk mencari bantuan.
“Jika FOMO sudah terlalu mengganggu, jangan ragu untuk mencari pertolongan ke psikolog. Langkah ini bisa menjaga kesehatan mentalmu,” saran Halodoc.
Berkonsultasi dengan profesional bisa membuka jalan pemulihan yang lebih sistematis dan terarah.
Baca Juga:
Suporter Jepang Tuai Kecaman, Dinilai Rajin Bersih-bersih Stadion tapi Minim Bantu di Rumah
Secara keseluruhan, meskipun FOMO merupakan bagian dari dinamika kehidupan modern, bukan berarti kita harus selalu tunduk padanya.
Dengan meningkatkan kesadaran, mengelola waktu penggunaan media sosial, dan menjaga kesehatan mental, setiap individu bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan bermakna tanpa harus merasa tertinggal dari apa yang terjadi di luar sana.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.