Termasuk,
gagasan bahwa virus mungkin telah menyebar ke China dari luar negeri walau
klaim itu belum terbukti.
Menanggapi
itu, tim peneliti independen WHO mengatakan bahwa mereka tidak akan membuat
penilaian tanpa data.
Baca Juga:
Pilot EVA Air Pukul Kopilot di Kokpit, Maskapai Jatuhkan Sanksi
Menurut
DrThea Kølsen Fischer, seorang epidemiologis yang berada di dalam tim
WHO, misi tersebut tampak sangat geopolitis.
"Semua
orang tahu seberapa besar tekanan di China agar terbuka pada penyelidikan dan
seberapa besar kesalahan yang mungkin terkait dengan hal ini," katanya.
Pada
akhirnya, tim WHO melakukan kompromi dengan memuji transparansi pemerintah
China namun meminta agar lebih banyak penelitian dilakukan tentang awal-awal
wabah di Wuhan pada akhir 2019.
Baca Juga:
Jet Pribadi Jatuh Saat Mendarat Darurat di Meksiko, 7 Orang Tewas
Apakah
kompromi itu akan berhasil atau tidak, yang jelas, tim WHO mengatakan bahwa
mereka terus mendesak rekan-rekan peneliti mereka di China untuk mendapatkan
data mentah dan informasi lainnya.
Meski
begitu, tim WHO dikritik karena telah memberikan kemenangan di kubu China pada
jumpa pers lalu dengan mendukung gagasan kontroversial bahwa virus mungkin
telah menyebar melalui produk makanan beku.
Adapun
soal kapan wabah dimulai, tim mengatakan belum menemukan adanya bukti apa pun
bahwa wabah dimulai lebih awal dari yang dilaporkan China.