Riga mengakui perbuatannya telah menimbulkan ketidaknyamanan dan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Dari hati kecil saya yang paling dalam, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit, kepada masyarakat yang tidak senang melihat video saya, dari hati kecil saya yang paling dalam saya mohon maaf," ucap Riga.
Baca Juga:
Bocah Diduga Korban Malpraktik Sunat Laser di Jambi Sudah 5 kali Operasi
Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan menyadari bahwa tindakannya telah merusak citra profesi tenaga kesehatan.
Sementara itu, pihak rumah sakit mengambil langkah tegas dengan mengembalikan Riga ke instansi pembina kepegawaian untuk diproses lebih lanjut.
"Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak diterima, tidak ditoleransi," ucap Kepala RSU Datu Beru Takengon, Gusnarwin, Kamis (2/3/2026).
Baca Juga:
Prajurit TNI AL Tembak Mati Sales Mobil Saat Test Drive, Mayat Dibuang di Gunung Salak
Berdasarkan hasil investigasi internal, pihak rumah sakit menyimpulkan bahwa tindakan tersebut merupakan kelalaian yang melanggar disiplin pegawai.
"Detail operasinya pastinya belum tahu, tetapi sudah dilakukan investigasi internal, kami anggap kelalaian dan kami sudah diskusikan dengan atasan dan diberikan hukuman," ucap dia.
Manajemen rumah sakit juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi.