Yurizal sebelumnya mengeluhkan pengalamannya ketika harus menunggu hingga delapan jam karena belum memperoleh ruang rawat inap di rumah sakit.
Keluhan tersebut kemudian viral dan memancing beragam respons dari pengguna media sosial.
Baca Juga:
Tak Hanya Banjir, Hujan di Jakarta Kini Juga Bawa Mikroplastik Berbahaya ke Udara
Di tengah ramainya pembahasan, sejumlah warganet justru memberikan komentar negatif terhadap keluhan yang disampaikan Yurizal.
Sebagian akun yang diduga melontarkan komentar negatif tersebut disebut berasal dari kalangan tenaga kesehatan dan dokter.
Sekitar satu pekan setelah unggahannya menjadi viral, Yurizal kemudian dilaporkan meninggal dunia.
Baca Juga:
Kasus Keracunan MBG, Kemenkes Siapkan Mekanisme Laporan Seperti Pandemi COVID
Meninggalnya Yurizal membuat persoalan pelayanan kesehatan yang dialaminya kembali menjadi sorotan sekaligus memunculkan perhatian terhadap kualitas layanan bagi peserta JKN.
Budi mengakui penyelenggaraan sistem kesehatan Indonesia masih menghadapi berbagai kekurangan yang perlu terus diperbaiki.
Persoalan tersebut mencakup ketersediaan fasilitas kesehatan, kelengkapan alat kesehatan, hingga kualitas dan kecukupan sumber daya manusia.