"Saat anggota pengamanan kami dan anggota TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang sebelas WN China lainnya. Mereka membawa empat bilah sajam dan airsoft gun serta alat setrum," kata Imran.
Menurut Imran, para WNA tersebut langsung melakukan penyerangan terhadap enam orang yang melakukan pengejaran menggunakan senjata tajam. Karena kalah jumlah dan untuk menghindari benturan, anggota pengamanan dan TNI memilih berlari kembali ke area perusahaan.
Baca Juga:
WNA yang Hendak Perpanjang Izin Tinggal Wajib ke Kantor Imigrasi
"Yang jelas, kejadian ini terjadi setelah pihak kami mengejar pilot atau orang yang menerbangkan drone. Motif menerbangkan drone atau penyerangan belum diketahui," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, PT SRM mengalami kerugian berupa kerusakan berat pada satu unit mobil dan satu sepeda motor milik perusahaan.
"Anggota pengamanan kami sudah mengamankan satu sajam sebagai barang bukti. Kami pun sudah menghubungi pihak Polsek Tumbang Titi. Sudah ada anggota polsek yang datang untuk mendalami kejadian," ujar Imran.
Baca Juga:
Salahgunakan Visa Turis, Warga Vietnam Dideportasi dari Jakarta Selatan
Kapolsek Tumbang Titi Iptu Made Adyana membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan hingga saat ini pihak PT SRM belum membuat laporan resmi ke kepolisian. Meski demikian, situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif.
"Belum (buat laporan). Sampai dengan saat ini situasi kondusif," jelas Made melansir detikKalimantan, Minggu (14/12/2025) malam.
Terkait tindak lanjut hukum, Made menyebut pihak PT SRM masih berkoordinasi dengan tim pengacara untuk proses selanjutnya.