"Sementara itu, terduga pelaku penyiraman langsung melesat dengan cepat ke arah Salemba I ke arah Jalan Salemba Raya," kata Dimas.
Ia juga menyebut bahwa saat melarikan diri, salah satu pelaku sempat menjatuhkan gelas berbahan stainless steel yang diduga digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Baca Juga:
Misteri Hilangnya Bima Permana Putra Terjawab, Polisi Temukan di Malang
Setelah kejadian, Andrie sempat mengambil sepeda motornya dan menuju rumah kontrakannya di kawasan Menteng melalui jalan belakang untuk mencari pertolongan lebih lanjut.
Setibanya di kontrakan, korban langsung dibantu oleh rekan-rekannya sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk mendapatkan penanganan medis.
Di rumah sakit tersebut, Andrie kemudian ditangani oleh enam dokter dari berbagai bidang spesialisasi yang berbeda untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Baca Juga:
Benny K Harman Desak Kapolri Cari Tiga Orang Hilang Usai Demo Agustus
"Andre ditangani oleh enam orang dokter dengan spesialisasi berbeda-beda," tutur Dimas.
Ia menjelaskan bahwa tim medis terdiri dari dokter spesialis mata, telinga hidung dan tenggorokan (THT), saraf, tulang, thorax atau dada, organ dalam serta dokter spesialis kulit.
Berdasarkan diagnosis awal dari tim dokter RSCM, Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya akibat serangan tersebut.