Polisi juga masih memburu empat pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi begal tersebut dan telah mengantongi identitas mereka.
Dalam pengembangan kasus, polisi mengungkap bahwa sepeda motor milik korban telah dijual oleh para pelaku untuk mendapatkan uang.
Baca Juga:
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyebut hasil penjualan motor tersebut digunakan untuk pesta oleh para pelaku.
"Kalau motifnya adalah untuk mendapatkan uang. Jadi mendapatkan uang dengan cara menjual motor tersebut," ujar AKBP Roby dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan bahwa uang hasil kejahatan itu digunakan untuk kegiatan pesta yang juga melibatkan konsumsi narkoba.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045
"Jadi mereka menggunakan uang itu untuk merayakannya, ya, party ya. Untuk party," tuturnya.
Polisi juga menemukan barang bukti narkoba saat penangkapan dan mengungkap bahwa seluruh pelaku pria positif menggunakan narkoba, sementara dua saksi perempuan yang turut diamankan dinyatakan negatif.
"Ya yang kita ketahui party-nya memang ada narkobanya. Tapi kalau kita ngomong party narkoba, tidak semuanya menggunakan narkoba. Tapi yang laki-lakinya memang pakai narkoba. Perempuan-perempuan yang kita amankan sudah kita cek mereka tidak menggunakan narkoba," tuturnya.