“Awalnya mereka jalan-jalan. Mungkin kenal dari media sosial,” kata Imbo, Senin (26/5/2025).
Tomi membawa korban ke pantai belakang Hotel Sotis, kemudian ke pantai Sulamanda. Korban dipaksa minum miras meski sempat menolak.
Baca Juga:
Pelecehan Seksual di Dalam Bus, Transjakarta Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum
“Korban menolak tapi diancam, jadi akhirnya pasrah dan mabuk,” jelas Imbo.
Kondisi itu membuat ayah dan kakak korban khawatir. Menurut Imbo, mereka mendapat informasi dari teman korban bahwa AWM berada di kamar kos Yerisun.
Saat didatangi, korban ditemukan tak sadarkan diri dan telanjang.
Baca Juga:
Pelecehan Seksual dalam Hubungan Sedarah adalah Pelanggaran Moral, Merusak Tatanan Nilai Kekeluargaan dan Kemanusiaan
Di kamar itu pula Tomi dan Yerisun ditemukan dalam kondisi mencurigakan, sehingga keduanya langsung dipukuli.
“Sebagai orang tua dan kakak, mereka marah saat mendapati korban pingsan dan baru saja diperkosa,” ungkap Imbo.
Korban sempat dirawat selama dua pekan dan mengalami trauma berat. Kini ia perlahan mulai kembali bersekolah.