WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bermula dari rayuan manis dan hubungan asmara palsu di dunia maya, sindikat penipuan online ini berhasil menguras dana korban hingga puluhan miliar rupiah melalui investasi kripto fiktif yang dirancang untuk menipu para pencari cinta.
Kepolisian berhasil membongkar jaringan penipuan daring dengan modus love scam atau jeratan cinta yang memanfaatkan hubungan emosional korban untuk mendapatkan keuntungan besar.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Optimalisasi Pengawasan Konstruksi dan Material Kelistrikan Penting untuk Menjamin Keselamatan Konsumen
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menemukan salah satu anggota sindikat merupakan seorang mantan artis perempuan berinisial F yang bertugas menarik perhatian sekaligus membangun kedekatan dengan calon korban.
Perempuan tersebut diduga berperan sebagai pemikat yang menjalin komunikasi intensif dengan korban melalui video call sebelum mengarahkan mereka untuk menanamkan dana pada platform investasi kripto palsu yang telah disiapkan oleh jaringan pelaku.
Dalam konferensi pers, aparat kepolisian memperlihatkan foto tersangka F yang memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berkulit putih, serta memiliki sejumlah tato di area tangan dan leher.
Baca Juga:
Utamakan Keselamatan Konsumen, ALPERKLINAS Serukan Pengawasan Konstruksi dan Material Kelistrikan Lebih Optimal
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah Kombes Himawan Susanto Saragih menjelaskan bahwa para pelaku secara sengaja menggunakan foto dan video perempuan berparas menarik untuk memancing perhatian calon korban.
Setelah komunikasi terjalin, korban kemudian dibuat merasa memiliki hubungan khusus dengan pelaku sehingga perlahan menaruh kepercayaan penuh terhadap setiap arahan yang diberikan.
"Modus ini sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal sehingga tanpa sadar melakukan transfer dana secara bertahap dalam jumlah besar," ujar Himawan.