Saat ditemukan, korban dalam kondisi panik dengan luka di pelipis kiri dan sejumlah lebam di bagian wajah.
"Dan saksi membantu korban untuk bersembunyi dan dibawa ke rumah sakit. Dan langsung membuat laporan ke Polsek Kuta," kata Adi.
Baca Juga:
Pelaku Diduga Telah Melarikan Diri, Korban Penganiayaan di Soban Kesalkan Kinerja Polisi
Menurut keterangan korban, peristiwa itu bermula ketika ia berkomunikasi dengan sejumlah orang melalui aplikasi Tinder.
Korban mengaku ditawari pekerjaan sebagai tenaga administrasi sekaligus asisten pribadi di sebuah vila di kawasan Umalas, Kerobokan, Kuta Utara.
Setelah komunikasi itu, korban kemudian diajak bertemu di sebuah hotel dengan alasan untuk menandatangani kontrak kerja.
Baca Juga:
Luka Sekujur Tubuh Karena Penganiayaan, Warga Soban Dairi Tidak Dapat Beraktifitas
Dalam pertemuan tersebut, korban diminta menyerahkan uang Rp4 juta untuk biaya seragam kerja yang disebut akan dikembalikan setelah nota keluar.
Namun situasi berubah ketika para terduga pelaku menuduh korban melakukan pelecehan terhadap salah seorang dari mereka.
Korban kemudian mengaku kehilangan dua unit telepon genggam, laptop, KTP, dan paspor yang disita para pelaku.