"Suamiku bilang samaku, kami aja yang masuk ke rumah. Aku enggak berani masuk ke rumah itu," sambungnya.
Samaria mengatakan pelaku keluar dari pintu belakang dan bertemu dengan putra Samaria.
Baca Juga:
Toga Marbun Gelar Syukuran, Doakan Bupati dan Wakil Bupati Humbahas Pasangan Pelayan Terbaik
Pelaku pun sempat mengatakan bahwa ia telah membunuh istrinya.
"Dibilangnya begini 'Bangun, nga hupamate be inangudam, nga huseat be'. Gitu aja, baru dia langsung ke polisi," katanya.
Samaria mengatakan potongan tubuh korban pun ditemukan berserakan. Setidaknya ada tiga lokasi tempat potongan tubuh korban berserakan.
Baca Juga:
Gasak Uang Nasabah Rp 1,3 Miliar, Kasir Koperasi di Humbahas Diciduk Polisi
Tubuh korban ditemukan di dapur, bagian belakang rumah dan ada juga di sebuah bungkusan.
Samaria menuturkan pelaku mengalami gangguan mental setelah mengalami peristiwa nahas saat masih anak-anak.
"Waktu dia kecil, mertuaku berjualan di kantin. Nah, saat itu gas meledak. Mertuaku dan edaku terbakar dan Harapan Munte ini juga terbakar dan mengenai bagian belakang kepalanya. Makanya dia jadi kayak gini," katanya.