DEPOK.WAHANANEWS.CO, Margonda — Aparat Tim 3P ‘Patroli Perintis Presisi’ Polres Metro Kota Depok, Polda Metro Jaya giat operasi tengah malam yang difokuskan memburu pelaku kejahatan jalanan, tawuran, geng motor, hingga aksi balap liar yang meresahkan warga di Kota Depok, Jawa Barat, Ahad malam hingga Seni dini hari, 24 - 25 Mei 2026.
Personel 3P memeriksa sejumlah kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang melintas di titik-titik rawan kriminalitas saat razia besar dengan menghentikan dan memeriksa barang bawaan para pengendara guna mengantisipasi kepemilikan senjata tajam, narkoba, maupun benda berbahaya lainnya.
Baca Juga:
Jalanan Kota Depok Dijaga Ketat, Tim 3P Gelar Razia Tegas yang Humanis
Disebutkan Kasat Samapta Polres Metro Depok, Kompol Dalby, razia besar-besaran pada hari Ahad dini hari dengan menyisir sepanjang Jalan Raya Margonda Raya hingga kawasan Grand Depok City (GDC) di Cilodong. Hasilnya, personel menemukan beberapa pengendara yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraan. Namun, polisi tetap memastikan tidak ditemukan senjata tajam, obat-obatan terlarang, ataupun barang mencurigakan yang berpotensi digunakan untuk tindak kriminal.
“Bahwa patroli dan razia stasioner malam akan terus digencarkan sebagai langkah preventif menjaga keamanan Kota Depok. Pelaksanaan patroli dan razia dilakukan di lokasi-lokasi yang rawan terhadap aksi begal dan tawuran. Pemeriksaan barang bawaan juga diwajibkan saling back up sesama personel dan dilakukan secara humanis,” ujar Dalby.
Giat ini, melibatkan personel lalu lintas serta wanita polisi (wanpol) untuk memperkuat pengamanan di lapangan. Sebelum razia dimulai, seluruh personel mengikuti apel kesiapan guna menerima arahan teknis pelaksanaan patroli agar operasi berjalan aman, efektif, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Baca Juga:
Kasus Narkoba, Polres Metro Depok Tangkap 41 Penjual dan Sita 12 Ribu Lebih Obat Daftar G
“Seluruh anggota diminta bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Sesuai perintah Bapak Kapolda Metro Jaya, kegiatan ini akan terus dilakukan setiap malam. Tentunya hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Depok dari ancaman kejahatan malam hari, terutama aksi begal,” tutupnya.
[Redaktur: Hendrik I Raseukiy]