Sebelumnya, Mabes TNI melalui Danpuspom Mayjen Yusri Nuryanto mengungkap bahwa pelaku berinisial BHW merupakan anggota TNI berpangkat Letnan Satu (Lettu).
Dalam perannya, BHW disebut sebagai eksekutor yang terlibat bersama tiga anggota lainnya, yakni Kapten NDP, Lettu SL, dan Serda ES.
Baca Juga:
DPR Turun Tangan, Komisi III Bahas Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Polisi juga mengidentifikasi BHW sebagai pelaku pertama atau OTK 1 yang bertugas mengendarai sepeda motor saat aksi penyiraman berlangsung.
Rekaman CCTV menunjukkan pelaku sempat berganti pakaian setelah kejadian dan berhenti di kawasan Jalan Diponegoro untuk membersihkan diri.
“Diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral, ini terlihat di video CCTV,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.
Baca Juga:
KontraS Klarifikasi Isu Mata Dicangkok, Korban Air Keras Andrie Yunus Masih Dirawat
Peristiwa penyiraman terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam ketika Andrie Yunus tengah mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Dua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor diduga Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021 mendekati korban dari arah berlawanan sebelum melancarkan aksi.
Pelaku pengendara diketahui mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap, dan helm hitam, sementara pelaku yang dibonceng menutup wajah dengan masker hitam serta mengenakan kaus biru tua dan celana panjang yang dilipat.