Titik kilometer 110 ditetapkan sebagai meeting point atau titik temu pekerjaan, sehingga percepatan penanganan dapat dilakukan secara simultan dari dua arah.
Jalur Lokop Dua Kali Diterjang Banjir Bandang
Baca Juga:
Lebih 3.400 Huntara Disiapkan untuk Pemulihan Banjir Aceh Timur
Sebelumnya, ruas Peureulak–Lokop mengalami kerusakan parah hingga terputus total akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
Sejak kejadian tersebut, pemerintah melakukan penanganan darurat berupa pembersihan material longsoran, normalisasi badan jalan, serta pembangunan jalur darurat atau temporary access selama kurang lebih 30 hari.
Namun, bencana kembali terjadi pada Senin (5/1/2026), ketika banjir bandang menerjang kilometer 83 di wilayah Gampong Lokop.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Dampak Gempa Talaud, Belasan Rumah dan Faskes Terdampak
Kejadian ini menyebabkan jalur darurat yang telah dibangun sebelumnya mengalami kerusakan dan kembali terputus, sehingga akses transportasi masyarakat serta distribusi logistik ke wilayah terdampak kembali terhambat.
Sejumlah kendaraan melewati jembatan darurat yang dibangun untuk kembali menghubungkan akses jalur provinsi Aceh Timur-Gayo Lues, di kilometer 83 Peureulak-Lokop pascabanjir bandang di Gampong Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, penanganan darurat lanjutan segera dilakukan dan berhasil memulihkan kembali jalur dalam waktu sekitar lima hari.