Padahal, paparan panas berlebih disertai dehidrasi dapat memicu heatstroke, yakni kondisi ketika suhu tubuh meningkat secara drastis akibat ketidakmampuan tubuh menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan yang sangat panas. Kondisi tersebut tergolong darurat medis dan membutuhkan penanganan cepat.
Heatstroke dapat menyerang siapa saja, terutama jemaah yang kelelahan atau kurang asupan cairan.
Baca Juga:
Meski Berkursi Roda, 20 Jemaah Haji Asal Sumedang Tetap Khusyuk Jalani Ibadah di Tanah Suci
Gejalanya antara lain pusing, tubuh terasa lemas, mual, kulit memerah dan panas, hingga gangguan kesadaran.
Dalam kondisi yang lebih berat, heatstroke dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani oleh tenaga medis.
Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga mengimbau para jemaah agar disiplin menjaga daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta mengatur aktivitas selama menjalankan ibadah haji.
Baca Juga:
Kloter 29 KJT Asal Sumedang Mendarat Selamat di Jeddah, Suasana Penuh Syukur
“Perbanyak konsumsi air putih dan vitamin, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari,” katanya.
Peringatan mengenai bahaya suhu panas ekstrem juga disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui akun media sosial resminya.
Otoritas haji Arab Saudi meminta seluruh jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas yang terus meningkat di wilayah Tanah Suci.