Dalam imbauannya, jemaah dianjurkan untuk rutin mengonsumsi air putih tanpa harus menunggu rasa haus.
Selain itu, penggunaan pelindung seperti payung berwarna terang, topi, maupun perlengkapan pelindung lainnya juga disarankan guna mengurangi paparan langsung sinar matahari.
Baca Juga:
Meski Berkursi Roda, 20 Jemaah Haji Asal Sumedang Tetap Khusyuk Jalani Ibadah di Tanah Suci
Jemaah pun diminta beristirahat secara berkala di tempat yang teduh atau memiliki pendingin udara agar kondisi tubuh tetap stabil selama menjalankan aktivitas ibadah.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai efektif mencegah kelelahan akibat suhu tinggi yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kesehatan serius.
Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang optimal.
Baca Juga:
Kloter 29 KJT Asal Sumedang Mendarat Selamat di Jeddah, Suasana Penuh Syukur
Dengan kondisi cuaca ekstrem yang sulit dihindari, kedisiplinan menjaga kesehatan menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Melalui pola hidrasi yang baik, kewaspadaan terhadap gejala heatstroke, serta kepatuhan terhadap arahan petugas, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.