“Tambahan tambahan anggaran yang diajukan ini harapan saya bagaimana bisa terus mempercepat penyusunan dan juga harmonisasi SNI pada sektor-sektor yang strategis seperti sektor mineral, kendaraan listrik, baterai, pangan, alat kesehatan dan juga ekonomi digital,” papar Andhika.
Ia menjelaskan, sektor-sektor tersebut memiliki peran besar dalam mendukung transformasi ekonomi nasional, terutama di tengah upaya pemerintah memperkuat hilirisasi industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Baca Juga:
Saleh Daulay Ajak Masyarakat Jadikan Nobar Piala Dunia sebagai Ajang Ukhuwah dan Pemberdayaan Ekonomi
Oleh sebab itu, keberadaan standar yang jelas dan selaras dengan kebutuhan industri menjadi faktor yang sangat penting.
Selain penguatan regulasi dan penyusunan standar, Andhika juga menekankan pentingnya pendampingan implementasi standar bagi pelaku usaha.
Ia menilai modernisasi layanan standardisasi melalui digitalisasi serta peningkatan kapasitas laboratorium pengujian di berbagai daerah harus menjadi perhatian serius agar layanan BSN dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata.
Baca Juga:
Komisi VII Gandeng JAFF Bahas Pengembangan Industri Film dan Ekonomi Kreatif Nasional
“Lalu juga pendampingan implementasi standar digitalisasi layanan standarisasi dan juga peningkatan kapasitas laboratorium di daerah tidak hanya terfokus di Jakarta,” tutur Andhika berpesan.
Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut menilai bahwa sistem standardisasi nasional yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing industri Indonesia.
Penyusunan standar yang kredibel, sistem penilaian kesesuaian yang andal, serta pengakuan internasional terhadap standar nasional dinilai menjadi kunci agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.