“Pemerintah tentu juga sudah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui hilirisasi dan juga industri. Jadi seluruh pokok ini membutuhkan standar yang jelas sistem penilaian yang kesesuaian serta pengakuan internasional agar mampu bersaing di pasar global,” paparnya.
Andhika menegaskan bahwa penguatan BSN harus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan industri nasional.
Baca Juga:
Saleh Daulay Ajak Masyarakat Jadikan Nobar Piala Dunia sebagai Ajang Ukhuwah dan Pemberdayaan Ekonomi
Menurutnya, peran BSN tidak hanya sebatas menyusun standar, tetapi juga mendukung percepatan transformasi industri menuju sektor-sektor berteknologi tinggi dan bernilai tambah sesuai arah pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Ia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi nasional yang didorong melalui program hilirisasi dan industrialisasi membutuhkan dukungan sistem standardisasi yang kuat, modern, dan diakui secara internasional.
Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar ekspor, sekaligus memperkuat posisi industri nasional di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.
Baca Juga:
Komisi VII Gandeng JAFF Bahas Pengembangan Industri Film dan Ekonomi Kreatif Nasional
“Saya mendukung bagaimana penguatan BSN nantinya juga akan mempercepat terkait juga dengan transformasi industri menuju industri berteknologi tinggi dan bernilai tambah sesuai dengan arahan RPJMN. Lalu juga tentunya BSN ini bagaimana harus juga memiliki peran untuk bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi dan juga hilirisasi,” tandas Andhika.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.