Selanjutnya, di Kelurahan Kembangan Selatan, pengungsi menempati Kantor JNE Kembangan Selatan sebanyak 82 jiwa.
Di Kelurahan Kembangan Utara, titik pengungsian berada di Gang Nurul Muslimin RT 07/01 sebanyak 114 jiwa, Sekretariat Jalan H. Bule RT 008/01 sebanyak 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 sebanyak 16 jiwa, serta Mushola Al Hidayah RT 06/01 sebanyak 79 jiwa.
Baca Juga:
Akhir Januari 2026, Banjir dan Longsor Masih Dominasi Laporan Bencana
Selain itu, satu titik pengungsian juga terdapat di Kelurahan Duri Kosambi, tepatnya di Masjid Majlis Al-Falah dengan jumlah pengungsi 100 jiwa.
Sementara di wilayah Jakarta Utara, pengungsian terpantau berada di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara, dengan jumlah pengungsi sebanyak 97 jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, banjir melanda 20 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.
Baca Juga:
Pemulihan Pascabanjir Tapanuli Selatan Fokus pada Huntara, Huntap, dan Normalisasi Sungai
Salah satu titik banjir terparah di wilayah Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026). [Foto: BPBD DKI Jakarta].
Total warga terdampak mencapai sedikitnya 585 kepala keluarga atau 1.623 jiwa, serta berdampak pada 14 ruas jalan.
Berdasarkan laporan kondisi terkini pada Minggu (25/1/2026) pukul 09.00 WIB, sejumlah titik genangan telah surut, di antaranya dua RT di Kelurahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan, serta dua RT di Kembangan Utara.