Namun demikian, masih terdapat 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT di Jakarta Utara yang tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.
Genangan tertinggi terpantau di wilayah Kelurahan Kampung Melayu dengan TMA mencapai 80 sentimeter akibat luapan Sungai Ciliwung.
Baca Juga:
Akhir Januari 2026, Banjir dan Longsor Masih Dominasi Laporan Bencana
Salah satu titik banjir terparah di wilayah Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026). [Foto: BPBD DKI Jakarta].
BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan sistem drainase berfungsi optimal, bekerja sama dengan lurah dan camat setempat.
Baca Juga:
Pemulihan Pascabanjir Tapanuli Selatan Fokus pada Huntara, Huntap, dan Normalisasi Sungai
Pemerintah menargetkan genangan dapat surut dalam waktu sesegera mungkin.
Selain itu, pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, mulai dari permakanan, pakaian, layanan sanitasi, hingga kebutuhan dasar lainnya selama berada di lokasi pengungsian.
Di tingkat nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan banjir di berbagai daerah di Indonesia.